Foto bersama sebelum mahasiswa dengan dosen penguji sebelum ujian skripsi
Penuh Optimisme dan Kekeluargaan: Momen Berfoto Bersama Jelang Ujian Skripsi Mahasiswa STTIS Siau
SIAU — Ujian skripsi sering kali menjadi momen puncak yang mendebarkan bagi setiap mahasiswa tingkat akhir. Namun, suasana berbeda yang penuh dengan kehangatan dan optimisme justru mewarnai persiapan ujian skripsi para mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STTIS) Siau. Sebelum berhadapan di ruang sidang, para mahasiswa dan jajaran dosen penguji menyempatkan diri untuk mengabadikan momen kebersamaan yang sarat akan dukungan moral.
Dalam potret kebersamaan tersebut, raut wajah tegang seolah sirna, berganti dengan senyum ceria dan semangat pantang menyerah. Di barisan belakang, para mahasiswa tingkat akhir yang mengenakan jas almamater kebanggaan berwarna ungu tampak berdiri rapi. Sementara itu, di barisan depan duduk jajaran dosen penguji dan pimpinan kampus—beberapa di antaranya mengenakan kerah kependetaan yang menegaskan identitas teologis institusi.
Semuanya serempak memberikan pose acungan jempol ke arah kamera. Kekompakan pose ini menyiratkan pesan yang sangat kuat: para mahasiswa telah siap secara penuh untuk mempertanggungjawabkan karya ilmiah mereka, dan para dosen siap menguji dengan semangat obyektivitas sekaligus membimbing layaknya orang tua kepada anaknya.
Kesiapan para mahasiswa ini tentu tidak lepas dari dukungan spiritual yang menjadi fondasi utama di STTIS Siau. Rangkaian ujian akhir ini tidak hanya dipersiapkan lewat tumpukan buku dan bimbingan akademis, tetapi juga dibalut dalam doa. Terlihat dari momen sakral sebelumnya, di mana para mahasiswa berlutut merendahkan diri untuk didoakan dan diberkati secara khusus oleh para hamba Tuhan beserta dosen, memohon hikmat serta ketenangan batin dari Sang Pencipta sebelum menghadapi ujian.
Momen foto bersama jelang ujian skripsi ini pun menjadi lebih dari sekadar dokumentasi visual. Ia adalah cerminan sinergi yang indah antara pendidik dan peserta didik. Ketegangan yang biasa menyelimuti lorong-lorong ruang ujian luruh oleh kebersamaan, berganti menjadi motivasi bagi para mahasiswa untuk memberikan presentasi yang terbaik.
Melalui ujian skripsi ini, diharapkan para mahasiswa STTIS Siau dapat membuktikan kapasitas intelektual teologis mereka, sekaligus memantapkan kesiapan mental dan karakter sebelum kelak resmi menyandang gelar sarjana dan terjun melayani ke tengah-tengah jemaat.
